Kamis, 28 Mei 2009

Antar aku sebagai bentuk pelayananmu

Saat ini transportasi adalah suatu hal penting dan sangat primer bagi kehidupan kita, apalagi bagi kita yang tinggal dikota besar seperti kota depok, transportasi menjadi hal yang tidak tereliminir dari urutan pokok kehidupan kita! tapi bagaimana ya, jika transportasi yang harusnya dapat mengantar kita kemana - mana berhenti tak berkutik hanya karena satu kata, yaitu MACET.
Macet adalah kata yang simpel untuk orang yang punya uraian waktu lebih, namun bagi orang yang tidak dapat merasakan 24 jam dengan sempurna macet menjadi suatu hal yang bikin kepala terasa pusing tujuh keliling. Penyebab kemacetan kota depok bukan terjadi karena orang yang tidak tau aturan namun biasanya terjadi karena tidak adanya kedisiplinan! Lampu merah, ya satu kata yang amat sangat mudah dibayangkan dibenak kita, namun sangat susah dirasakan saat kita menunggu lampu merah yang sedang menyetop kita. dilampu merah seakan sebagai tempat hidup berlangsung, seperti sepanjang lampu merah menuju jalan sawangan, disana banyak orang yang berusaha untuk memenuhi segala amamatur kehidupannya. dari penjual rokok yang bolak - balik menawarkan dagangannya untuk menafkahi keluarga, lalu ada juga para pengamen yang masih kecil bernyanyi dengan penuh riang untuk menutupi kebutuhan sekolahnya. Tragis memang sebuah palang transportasi justru dijadikan tempat pemenuh kehidupan. Namun kalau kita lihat ternyata lampu merah juga manjadi salah satu penyebab pokok kemacetan kota Depok, bayangkan saja dua sampai tiga angkot 03 yang dengan paksa menyerobot jalur antri mereka untuk dapat menghindari lampu merah, adalah suatu bentuk penyebab kemacetan.

Macet juga terjadi ditempat – tempat dikota Depok, seperti Masjid Kubah Emas. salah satu tempat fenomenal dengan segala pagoda keindahannya yang menarik mata. Memang secara factual tempat ibadah adalah sarana umum, tapi jika tempat ibadah berganti menjadi suatu tempat yang memusarkan kemacetan kota, bagaimana jadinya? Bus – bus besar yang menganggu keefesienan pengguna jalan, dari bentuknya yang besar saja, sudah menandakan tidak adanya keserasian dengan sarana jalan yang tersedia dikota depok, jalan yang tersedia sangatlah pas digunakan untuk ukuran dua truk sampah kecil saja, tapi ini justru bus – bus yang lalu lalang membuat mobil – mobil yang ingin melintasi jalan raya limo, menjadi sangat susah dan butuh waktu lama untuk dapat jalan.

Macet juga sangat erat hubungannya dengan jam berangkat kerja atau sekolah, atau jamnya macet karena semua orang yang akan melakukan aktivitasnya berebutan pergi untuk menghindari kemacetan, namun apa daya karena terlalu banyaknya orang yang akan melakukan aktivitasnya dan sempitnya jalan protocol dikota depok, maka kemacetan sangatlah sering terjadi semua orang yang berburu – buru untuk sampai kantor atau sekolah, sudah tutup mata dan tutup telinga akan kemacetan “yang penting sampai kantor” begitu ucap karyawan kantor, “yang penting gerbang sekolah nggak ditutup” begitu celoteh bocah sekolah yang takut telat sekolah.

Macet . . macet sana sini macet, apapun yang terjadi kemacetan dikota depok dapat diatasi dengan penertiban yang teratur dan tidak bersifat sementara!! Yang penting dapat melayani, sehingga setiap warga kota depok memiliki keuntungan tinggi bertransportasi dikota depok, dengan motto “ANTAR AKU SEBAGAI BENTUK PELAYANANMU”.